Digitalnote

Kenali Tanda Bahaya Akun Kita Sudah Diretas

Unsplash/Fly.D
Unsplash/Fly.D

Beraktivitas di dunia maya, tak bisa dilepaskan dari berbagai bahaya siber yang terus mengancam. Oleh karena itu, berbagai aspek keamanan harus selalu menjadi perhatian.

Meski agak merepotkan, di berbagai 0latform digital yang kita gunakan, terdapat sejumlah fitur tambahan untuk keamanan akun kita. Selain itu, fitur keamanan yang ada juga hadir untuk mencegah peretasan terjadi.

Dalam webinar yang mengambil tema “Aman Berselancar di Ruang Digital dari Ancaman Hacker” yang berlangsung Rabu (19/10) di Makassar, Sulawesi Selatan, Coach Pro dan Relawan TIK dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Eko Sugiono menjelaskan, sejumlah tanda bahwa akun media sosial pengguna sedang diretas.

Cirinya adalah, surel dan kata sandi tiba-tiba menjadi tak sesuai, nama atau tanggal lahir berubah, ada permintaan pertemanan dari orang yang tidak pernah dikenal. Selain itu, akun kita tiba-tiba mengirim pesan yang tidak kita tulis, serta terdapat postingan iklan yang sama sekali tidak pernah direncanakan pembuatannya.

"Kenapa akun media sosial kita diretas? Ada beberapa penyebab, seperti menyepelekan fitur perlindungan tambahan, masuk ke akun media sosial yang tidak resmi atau tergiur dengan hadiah palsu dari merek tertentu," ujar Eko.

Selain itu, ia melanjutkan, peretasan juga bisa terjadi karena kita menggunakan kata sandi yang sama untuk seluruh akun, atau menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.

Apabila sudah terlanjur diretas, lanjut Eko, langkah yang harus segera dilakukan adalah segera menghapus malware jika ditemukan di gawai dan ikuti prosedur pemulihan akun. Lalu, kita juga harus mengubah kata sandi pada akun yang sedang diretas dan segera melakukan otentikasi dua langkah.

Peretasan itu sebaiknya diumumkan lewat media sosial dan disarankan menggunakan rekaman video untuk meyakinkan publik. Langkah terakhir adalah dengan melaporkan peretasan tersebut ke platform media sosial yang digunakan.

"Kita dapat mencapai kecakapan digital jika kita tahu dan paham ragam dan perangkat lunak yang menyusun lanskap digital. Setiap kita diharapkan bisa mengoptimalkan penggunaan perangkat digital utamanya perangkat lunak sebagai fitur proteksi dari serangan siber," Eko menjelaskan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict