Cara Mengidentifikasi Aset Kripto yang Oke dan Tidak

Umum  
Pexels/Rodnae
Pexels/Rodnae

Terjun ke rimba maya dunia kripto, tentu memerlukan persiapan yang matang. Bukan hanya memimpikan cuan, ada berbagai hal mendasar yang harus diperhatikan sebelum akhirnya kita memutuskan masuk ke hiruk-pikuk dunia aset kripto.

Dikutip dari Investopedia, pada Februari 2022, secara global terdapat lebih dari 10 ribu jenis aset kripto. Khusus untuk di Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapeppti), hanya mengakui 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan.

Dengan banyaknya variasi aset kripto yang bisa dipilih, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk beli. Tentunya, agar cuan yang diharapkan tak sekadar jadi mimpi.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

1. Perhatikan utilitas

Berinvestasi atau membeli aset kripto, sejatinya mirip dengan ikut ambil bagian di sebuah perusahaan rintisan. Karena kita sedang bicara dunia teknologi, pastikan projek dari aset kripto yang akan kita beli memiliki utilitas atau fungsi yang jelas.

Salah satu aset digital yang paling terkenal saat ini, di luar bitcoin, adalah ethereum. Ethereum adalah platform komputasi terdesentralisasi yang digunakan untuk menjalankan program komputer dengan fitur smart contract sebagai salah satu utilitas utamanya.

Seperti pada bitcoin, dengan ethereum siapa pun dapat melakukan transfer uang digital tanpa bantuan institusi penengah. Smart contract pun berpotensi merevolusi bagaimana kita melakukan bisnis di masa depan, karena semua transaksi bisa dilakukan cukup melalui algoritma. Oleh karena itu, pastikan riset terkait utilitas dari aset kripto yang kita incar, selalu menjadi pertimbangan.

2. Jangan mudah tergoda cuan, cuan, cuan

Volatilitas yang tinggi, adalah salah satu karakteristik utama dari dunia kripto. Apalagi di masa-masa awal kehadiran suatu koin atau token tertentu atau yang biasa disebut initial coin offering (ICO). Tidak ada yang tahu atau dapat benar-benar memastikan apakah sebuah koin akan sukses atau justru nyusruk di pasaran.

Oleh karena itu, selalu bekali diri dengan riset yang memadai dan mental yang kuat ketika pasar kripto sedang memasuki fase bear market atau harga turun.

3. Cek printilan di belakang koin yang kita incar

Masuk ke dunia kripto, berarti kita harus siap belajar banyak, riset mendalam, banyak baca, dan tidak mudah percaya. Untuk bisa memastikan apakah koin atau token yang akan kita beli merupakan proyek yang oke biasanya ada berbagai indikator yang bisa kita gunakan.

Seperti, cek rekam jejak CEO-nya, cek laman LinkedIn yang bersangkutan, kemudian pastikan juga koin tersebut sudah listing di exchange yang bonafid, bukan aplikasi desentralisasi seperti Pancakeswap atau SushiSwap.

Karena sifatnya yang desentral, pengawasan di exchange model ini, cenderung lemah.

4. Jangan Fear of Missing Out alias FOMO memang menjadi salah satu 'penyakit' utama para investor retail, apalagi yang masih baru. Oleh karena itu, bermain di kripto berarti juga kita harus pintar mengendalikan hawa nafsu.

Jangan terburu-buru membeli aset digital yang sedang hype, atau dibeli oleh nama-nama besar. Ingat, kondisi keuangan kita, hanya kita yang bisa memahami.

Tak perlu terburu-buru membeli sebuah token dari proyek baru, karena kalau memang proyek tersebut bagus, biasanya akan banyak kesempatan untuk memiliki koinnya dan meraup cuan dari sana.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image