Jauh Sebelum Streaming, Begini Cara Kita Menonton Film

Jauh sebelum hadirnya layanan streaming seperti Netflix, Viu, Amazon Prime, dan Vidio, industri film mengenal teknologi cakram laser atau LaserDisc (disingkat sebagai LD). LD adalah format pemutaran video optik yang dikembangkan tahun 1978.
Juga dikenal sebagai "Discovision" pada awalnya, LaserDisc menggunakan teknologi optik untuk memutar video dan audio yang direkam pada cakram optik berdiameter 30 cm. LaserDisc menggunakan laser inframerah untuk membaca informasi yang terdapat pada permukaan cakram optik.
Informasi tersebut terdiri dari jejak spiral yang berisi sinyal video dan audio yang dikodekan secara analog. Perbedaan utama antara LaserDisc dan format lainnya, seperti VHS atau Betamax, adalah bahwa LaserDisc menggunakan format analog, bukan format digital.
Keuntungan utama dari LaserDisc adalah kualitas gambar yang lebih tinggi dibandingkan dengan format rekaman video lainnya pada saat itu. LaserDisc mampu menyajikan resolusi yang lebih tinggi, detail gambar yang lebih baik, dan kualitas audio yang lebih baik pula.
Selain itu, LaserDisc juga menawarkan kemampuan untuk memutar kembali adegan tertentu secara langsung dan lebih cepat daripada format video lainnya. Namun, meskipun LaserDisc menawarkan kualitas gambar yang superior, format ini memiliki beberapa keterbatasan.
Salah satunya adalah ukuran fisiknya yang besar, membutuhkan pemutar khusus yang cukup besar. Selain itu, LaserDisc juga rentan terhadap goresan dan kerusakan fisik lainnya.
Meskipun LaserDisc berhasil menarik sejumlah penggemar di kalangan audiophile dan pecinta film pada masanya, popularitasnya secara luas terbatas. Format ini akhirnya digantikan oleh format optik digital yang lebih kompak seperti DVD, Blu-ray, dan platform streaming digital.
