Deretan Kejahatan yang Terpecahkan Berkat Internet

Digitalnote  
Stockvault/Frhuynh
Stockvault/Frhuynh

Di era digital, menjadi detektif dadakan bukan lagi hal yang mustahil. Hal ini telah dibuktikan, oleh banyaknya kasus yang bisa terpecahkan berkat bantuan internet.

Tak jarang, kasus yang berhasil terpecahkan adalah kasus pembunuhan yang sudah lama menemui jalan buntu. Beberapa kasus yang terpecahkan dengan bantuan internet, antara lain:

1. Hilangnya MacBook Pro

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dikutip dari Insider, pada 201, Sean Power kehilangan tasnya dalam perjalanan menuju Toronto, Kanada. Di dalam tas tersebut, ia menyimpan MacBook Pro yang banyak menyimpan berbagai file penting untuk kesehariannya bekerja.

Empat hari setelah kejadian, sebuah aplikasi gratisan bernama Prey, yang sebelumnya telah ia pasang di laptop-nya, memberikan notifikasi bahwa ia tengah menggunakan laptopnya di sebuah bar di Manhattan, New York. Aplikasi ini juga menyertakan beberapa gambar situasi tempat di mana laptop tersebut tengah digunakan.

Beruntungnya lagi, Power saat itu, memiliki lebih dari 12 ribu pengikut di Twitter. Ia pun meminta tolong kepada para pengikutnya untuk membantunya menemukan perangkatnya yang hilang.

Akhirnya, MacBook Pro milik Power pun berhasil dikembalikan dengan bantuan para pengikutnya.

2. Pembunuhan pemenang lotre

Stockvault/Mohammed Hassan
Stockvault/Mohammed Hassan

Pada 2006, Abraham Shakespeare mendapat kabar bahwa ia berhasil memenangkan lotre sebesar 17 juta dolar Amerika Serikat (AS). Namun, tiga tahun setelahnya, ia ditemukan tewas di pekarangan belakang rumah, yang ia beli setelah ia mendapat hadiah.

Polisi setempat sebetulnya telah menginvestigasi sang manajemer aset Shakespeare, Dee Dee Moore. Namun, karena tidak ada bukti penyelidikan atas Moore akhirnya tak bisa dilanjutkan.

Kasus ini terungkap setelah salah satu pengguna laman Websleuths mulai memposting tentang kasus ini. Moore yang saat itu merasa terpojok kemudian berupaya mempertahankan reputasinya di situs tersebut.

Dia pun masuk secara anonim untuk membela diri, namun tidak sadar bahwa di internet IP selalu tercatat dan bisa diakses oleh pihak ketiga. Salah satu pemilik situs Websleuth, Tricia Griffith, kemudian menyerahkan data IP itu ke polisi, dan Moore akhirnya dihukum dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

3. Korban tabrak lari

Pada 1979, seorang wanita bernama Paulette Jaster menghilang tanpa kabar dari sebuah kota kecil di Michigan. Hingga 2014, keluarga Jaster sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi padanya.

Saat itulah antropolog forensik Sharon Derrick menerima tip melalui internet tentang Jane Doe yang ditemukan di Harris County, Texas. Akhirnya, Derrick dapat mengonfirmasi bahwa itu adalah Jester, dengan bantuan foto-foto otopsi lama dan adanya petunjuk berupa bintik-bintik di tubuhnya.

Ternyata, hilangnya Jester terjadi saat ia menjadi korban kecelakaan tabrak lari yang fatal. Setelah 35 tahun berlalu, akhirnya keluarga Jester pun bisa merelakan kepergiannya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image