Mengapa Social Commerce Makin Populer?

Digital Lady  
Stockvault/Mohammed Hassan
Stockvault/Mohammed Hassan

Tren cara belanja masyarakat di Indonesia, ternyata terus mengalami pergeseran. Konsep social commerce atau berbelanja di platform media sosial, kini makin banyak dijadikan rujukan.

Hal ini, tak lepas dari keleluasaan berbagi informasi terkait sebuah barang yang ingin dibeli. Pada Kamus (22/9/2022), Populix mengadakan survei mengenai pengalaman dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan platform social commerce yang terangkum dalam laporan berjudul “The Social Commerce Landscape in Indonesia”.

Hasil survei menunjukkan, 52 persen masyarakat Indonesia sudah mengetahui akan tren transaksi jual beli melalui media sosial atau social commerce ini. Tren ini kian populer karena menjadi opsi baru untuk berbelanja online secara mudah dan memungkinkan interaksi langsung dengan penjual sambil menjelajahi media sosial, tanpa harus berpindah aplikasi.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sementara di sisi penjual, social commerce juga memungkinkan mereka untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas. Co-Founder dan CEO Populix, Dr Timothy Astandu menyampaikan, sebagian besar masyarakat Indonesia kini mengetahui dan pernah mencoba berbelanja melalui social commerce untuk transaksi sehari-hari.

Mulai dari, membeli pakaian dan produk kecantikan. Lebih dari itu, pesatnya tren social commerce yang dibawa oleh pandemi Covid-19 ini, juga turut mendorong kemunculan platform-platform jual beli berbasis interaksi sosial sebagai alternatif pilihan medium berbelanja bagi masyarakat.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image