Merugi, Gelombang PHK Melanda Shopee di Beberapa Negara

Digitalnote  
Unsplash/ompia_
Unsplash/ompia_

Perusahaan teknologi Shopee Indonesia pada Senin (19/9/2022) mengungkapkan, pihaknya akan mengurangi jumlah karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan. Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan, Shopee Indonesia harus melepas sejumlah karyawannya dengan berat hati.

Keputusan tersebut, kata Radynal, merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh setelah melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis. Tak hanya di Indonesia, langkah untuk merumahkan sebagian karyawan juga dilakukan Shopee Singapura.

Dikutip dari The Strait Times, Senin (19/9/2022), PHK yang dilakukan Shopee Singapura akan berdampak pada karyawan dari berbagai divisi. Mulai dari, divisi HRD, operasi regional, pemasaran, hingga produk.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sejumlah karyawan di Shopee Cina juga telah menerima surel pemberitahuan tentang PHK mereka tak lama pertemuan seluruh departemen, baru-baru ini. Kabar ini terbilang mengejutkan, mengingat Shopee adalah salah satu pemimpin lokapasar di Indonesia.

Dari segi pengunjung bulanan, Shopee Indonesia mencatatkan jumlah rata-rata pengunjung bulanan 132,77 juta pada kuartal satu 2022. Jumlah ini, naik 0,6 persen dari kuartal sebelumnya yang masih 131,9 juta.

Tren senada juga disampaikan perusahaan riset pasar dunia, Ipsos, pada Januari 2022 yang merilis hasil riset terkait persaingan dalam industri lokapasar di Indonesia sepanjang tahun lalu.

Hasilnya, Shopee berada di urutan paling atas sebagai lokapasar yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Perusahaan induk Shopee, Sea Group, juga sempat merilis laporan keuangannya pada Selasa (17/5/2022).

Dalam laporan keuangan tersebut, aplikasi Shopee mencatatkan pendapatan sebesar 1,5 miliar dolar Ameeika Serikat (AS) pada kuartal pertama 2022. Pendapatan ini meningkat 64 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Pada kuartal I 2021, Shopee hanya mencatatkan pendapatan 0,9 miliar dolar AS. Meski tumbuh secara tahunan, pendapatan Shopee turun 6,25 persen jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di mana pendapatan Shopee mencapai 1,6 dolar AS miliar pada kuartal empat 2021. Meski pendapatan meningkat, rugi bersih Sea Group juga membengkak 37,4 persen secara yoy menjadi 580,1 juta dolar AS. Sebelumnya, kerugian bersih mereka berjumlah 422,1 juta dolar AS pada kuartal satu 2021.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image