Agar Selalu Aman di Dunia Maya

Digitalnote  
Unsplash
Unsplash

Saat ini, semakin banyak masyarakat yang aktif di dunia maya. Berdasar data pemerintah melalui Kominfo, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2021 meningkat 11 persen dari 175,4 juta pengguna menjadi 202,6 juta pengguna.

Tren serupa juga ditangkap We Are Social yang menangkap jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia meningkat dari 170 juta orang menjadi 191 juta orang pada Januari 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88,7 persen pengguna, memakai aplikasi WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Namun, jumlah yang terus menanjak ini, perlu juga diimbangi dengan literasi digital yang mumpuni. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia mengadakan rangkaian diskusi literasi digital dengan tema “Indonesia Makin Cakap Digital” di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Acara ini terselenggara berkat kerjasama Siberkreasi dan PT Fasen Creative Quality, dan dilaksanakan secara virtual pada Senin (27/6). Semuel Abrijani Pengerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo yang menyampaikan, penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat tajam.

“Masifnya penggunaan internet di Indonesia menimbulkan risiko penipuan daring, hoaks, perundungan siber, dan hal negatif lainnya. Oleh karena itu, peningkatan ini perlu diimbangi dengan literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan produk digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” katanya.

Senada, relawan TIK Kalimantan Timur Almasari Aksenta menjelaskan tentang pentingnya mengamankan jejak digital. Menurutnya, jejak digital kerap tertinggal secara sadar maupun tidak.

Dok Kominfo
Dok Kominfo

Mulai dari, mengunggah foto atau video, mengisi formulir daring, atau meninggalkan komentar, semuanya adalah contoh jejak digital aktif. Sedangkan alamat IP, situs penelusuran yang terekam merupakan jejak digital pasif.

Segala jenis jejak digital ini memiliki risiko. “Untuk mencegah risiko tersebut, maka hindari oversharing, mengirim konten yang terlalu personal, hindari menghujat, pikirkan lagi untuk memberi penanda lokasi, dan buat kata sandi yang kuat untuk setiap akun media sosial," Almasari mengingatkan.

Selanjutnya, relawan TIK dari Singkawang, Charis Dominggus juga memberikan tips menjaga keamanan digital. Menurutnya, saat ini kita jangan asal klik saat berinternet.

Selain itu, tak ada salahnya kuta aktifkan autentikasi dua faktor, serta tidak asal unduh berkas dari pengirim tidak dikenal. “Di dunia digital ini tidak ada yang 100 persen aman. Kita bisa mengurangi risiko sedapat mungkin. Sedikit ribet dan waspada akan membuat lebih aman di dunia digital, selalu berpikir kritis, dan tidak mudah percaya dengan semua yang didapat di internet," Charis mengingatkan.

Agar data kita senantiasa aman, Ahmad Saputra selaku Jawara Internet Sehat 2022 Wilayah Kalimantan menjelaskan, tips melindungi data pribadi adalah dengan selalu pilih kata sandi yang kuat dan unik, mengaktifkan otentikasi dua faktor. Selain itu, jangan gunakan Wifi publik untuk mengakses akun berisikan data sensitif, karena rentan terkena phishing.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image