Menuju Adopsi Tren Bekerja dari Mana Saja

Digicafe  
Pexels/Lisa Fotios
Pexels/Lisa Fotios

Krisis Covid-19 telah menghadirkan tren baru di dunia kerja. Apabila di awal pandemi, bekerja dari rumah alias WFH mulai diadopsi secara luas, kini tren tersebut berevolusi menjadi bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

Dikutip dari Harvard Business Review, saat ini ada banyak perusahaan global yang telah mulai mengadopsi konsep WFA untuk semua atau sebagian dari tenaga kerja mereka. Mulai dari, Twitter, Facebook, Shopify, Siemens, hingga State Bank of India.

Berbagai perusahaan ini, telah mengumumkan bahwa mereka akan membuat konsep bekerja jarak jauh menjadi permanen bahkan setelah vaksin tersedia. Studi yang dilakukan 2015 oleh Nicholas Bloom menemukan bahwa ketika karyawan memilih untuk mengikuti kebijakan WFH, produktivitas mereka meningkat sebesar 13 persen.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Kemudian, sembilan bulan kemudian, pekerja yang sama diberi pilihan antara tetap di bekerja rumah dan kembali ke kantor, mereka yang memilih bekerja di rumah mengalami peningkatan produktivitas lebih jauh, yakni 22 persen.

Ini menunjukkan, orang mungkin harus menentukan sendiri situasi mana yang lebih cocok bagi mereka, apakah bekerja di rumah rumah atau kantor. Di Indonesia, konsep bekerja dari mana saja, kini telah diadopsi PT Alita Praya Mitra bagi para karyawannya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah transformasi menuju korporasi fully digital pertama di Indonesia. Direktur Utama PT Alita Praya Mitra (Alita), Teguh Prasetya mengatakan, saat ini pandemi memang telah bergeser menjadi endemik. Namun masyarakat masuk dalam era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang penuh ketidakpastian.

“Guna menjawab tantangan VUCA, kita perlu VUCA 2.0 yaitu vision, understanding, courage, dan adaptability. Alita WFA merupakan salah satu langkah untuk bekerja dengan lebih inovatif, cerdas, keras, dan mengadopsi teknologi dengan baik,” ujarnya.

Dok Alita
Dok Alita

Selama masa pandemi, Alita terus melakukan kegiatan bekerja dari rumah (WFH) mengikuti kebijakan pemerintah. Selama hampir tiga tahun, terbukti pola kerja tersebut berhasil meningkatkan produktivitas kerja hingga 50 persen dan menurunkan biaya operasional kantor hingga 70 persen.

Menurut Teguh, diperlukan visi, pemahaman, keberanian, dan kemampuan adaptasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang seimbang. “Komunikasi tetap dijaga melalui berbagai saluran komunikasi, salah satunya intranet Go Beyond untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dari mana saja,” ujarnya.

Saat ini, PT Alita Praya Mitra telah menerapkan standar internasional dalam keamanan informasi dengan Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau lebih dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS) ISO 27001.

Head of Corporate and Marketing Communication PT Alita Praya Mitra, Fita Indah Maulani menjelaskan, sertifikasi ISMS merupakan gambaran bagaimana perusahaan dapat melindungi serta memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi.

“Sertifikasi ini diperoleh atas komitmen perusahaan dalam mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi. Standar operasional prosedur perusahaan harus berjalan sesuai dengan standar keamanan siber, salah satunya mengacu pada ISO 27001,” ujarnya.
Dengan mengantongi ISO 27001:2013, saat ini Alita telah menetapkan persyaratan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi dalam konteks organisasi. Ini juga mencakup persyaratan untuk penilaian dan penanganan risiko keamanan informasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Technology believer.. tech-society observer.. recovering digital addict

Agar Selalu Aman di Dunia Maya

Istilah Teknologi Hari Ini: NFT Minting

Cara Mudah Ubah Sampah Jadi Pulsa

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image